Kamis, 06 November 2014

Manifesto dan Harapan

Menulis untuk hidup. Kalimat sederhana yang terasa berlebihan. Demikianlah pada mulanya saya membuat blog baru ini. Saya membuat blog ini bukan untuk (dan hanya untuk) memenuhi kewajiban di dalam komunitas menulis: Nulis Buku Club Banjarmasin, tapi lebih dari itu. Saya sudah lama ingin kembali ke dunia blog -- sama seperti orang-orang yang berhenti dari blog kemudian ingin kembali. Rasa-rasanya, blog di zaman digitalisasi ini adalah media sebagian besar para penulis. Ada yang menjadikannya sebagai latihan menulis, sebagai publikasi karya, sebagai interaksi, juga sebagai alat untuk mengungkapkan pemikiran dan suara-suara mereka.

Beberapa tahun yang lalu, saya produktif menulis di rimba raya internet. Sejak saya melatih diri di masa SMA, dan memang saat itu pertama kalinya saya memiliki laptop. Bagi anak yang sedari dini sudah akrab dengan cerita dan dongeng, maka menulis adalah puncak dari kecintaan terhadap cerita. Menulis menjadi pembuktian diri bahwa saya benar-benar mencintai cerita-cerita.



Cinta itulah yang menjadi "kendaraan" bagi diri saya untuk melintasi semesta cerita. Karena bagi saya, manusia hidup di dua alam: Alam Nyata dan Alam Imajinasi. Alam nyata menjadi tempat hidup kita, sementara alam imajinasi menjadi sumber kehidupan kita. Terlalu panjang untuk bertutur memperkuat pendapat saya itu dari satu judul tulisan ini, yang jelas, faktanya demikian adanya.

Di "dunia yang tak terbatas" ini, saya memiliki harapan dan mimpi. Suatu saat, tulisan-tulisan saya dapat dijadikan rujukan oleh manusia masa depan sebagai catatan tambahan mengenai rasa cinta yang mendalam terhadap Menulis. Have a nice day!

7 komentar:

  1. Oh anda baru saja memulai aktifitas blogging ya ?, kunjungi blkg saya ya sekalian follow, anda mungkin bisa mencari kebutuhan-kebutuhan anda untuk ngeblogging karna blog saya menyuguhkan tentang TUTORIAL BLOG, silahkan kunjungi ya
    INDOFO blog of tutorial

    BalasHapus
  2. Ada yah, klub nulis buku?
    Yah, jauh sih di Banjarmasin.
    Gue gak nemu klub se-asyik itu di Jakarta.
    Mungkin ada, gue-nya aja yang gak gaoool... hahhah.
    Me too though, I just started writing.

    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dengan berat hati saya katakan kamu kurang gaoool. Hehehe.
      Tapi blog kamu bagus, terutama tentang Makaroni Panggang, sayangnya bahasa inggris, jadi harus pelan-pelan bacanya. :)

      Thanks.

      Hapus
  3. Menulis untuk hidup.. atau hidup untuk menulis..
    Bagaimana kamu hidup dengan tulisan.. atau bagaimana tulisan mu hidup..
    Mana tujuan mu ?

    BalasHapus
  4. Menulis supaya hidup. Sebab, tanpa menulis, aku akan "mati"

    BalasHapus
  5. Berarti hidup km untuk menulis..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan. Tapi untuk hidup, perlu nulis. Bukan hidup untuk nulis.

      Hapus