Sabtu, 08 November 2014

What's Up with me?

Saat ini saya sedang menyelesaikan sebuah kisah tentang kenangan. Kata orang, kenangan yang baik simpanlah di dalam "laci" agar suatu saat bisa dibuka kembali. Saya senang dengan pepatah kecil itu. Tapi itu, kan, kenangan yang baik, bagaimana dengan kenangan buruk? Adakah ada tempat seperti laci yang bisa kita simpan? Ataukah membuangnya adalah tindakan tepat? Saya belum bisa menjawabnya sampai saya menyelesaikan tulisan saya itu.

Ngomong-ngomong soal kenangan, beberapa hari yang lalu, saya dikejutkan oleh kemunculan Mini Drama dari Film "Ada Apa Dengan Cinta?/AADC?" dari LINE Messenger. Sebelum berniat menontonnya, saya berusaha membangun kembali ingatan mengenai film tersebut, karena saya juga sudah lama menonton DVDnya, waktu kelas 10 SMA. Hal ini agar saya tidak mengalami kebingungan dan semacamnya. Mencoba mengingat dan membangun struktur dari fragmen film tersebut di memori otak saya bagaikan menikmati perjalanan ke suatu kota dengan menumpang bus. Ada kenikmatan tersendiri. Duduk tenang, menikmati pemandangan dari kaca, beruntung jika gerimis mengetuk-ngetuk kaca itu, seolah ada backsound natural sebagai pelengkap perjalan kita. Sungguh, mengingat-ngingatnya seolah ada benang relasi yang menghubungkan diri saya, film AADC, dan kisah yang saya tulis. Barangkali para psikolog bisa menjelaskan fenomena ini. Dari situ saya semakin percaya bahwa kenangan bisa membuat seseorang lebih menghargai hidupnya. Sebab, kenangan bukan hanya ingatan.

Selesai menonton Mini Drama tersebut, saya merenung. Ditemani sore, cangkir teh, dan messenger, saya berusaha menjelma sebagai filsuf yang sedang weekend. Hahaha, saya sendiri tak pernah bisa membayangkan bagaimana "orang-orang aneh" bisa weekend, sementara otak mereka terus berputar bagai tornado. Saya hanya menyeruput sedikit demi sedikit teh tawar ini. Di saat-saat seperti itu saya bisa merenungkan banyak hal. Dan akhirnya saya tahu apa yang harus saya tahu: kembali menikmati weekend dalam dunia menulis. Klise, tapi tak apalah. Setidaknya ada sesuatu yang bisa dilakukan dan menghasilkan.

Jika Rangga ingin sekali bertemu dengan Cinta, saya pun ingin sekali bertemu dengan tulisan yang sudah saya tulis. Paragraf yang saya susun, kalimat yang saya sempurnakan, dan kata yang saya bubuhkan. Duabelas tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi Cinta dan Rangga, ada sesuatu yang seolah-olah memutus kehidupan mereka. Dan momen bertemunya Cinta dan Rangga adalah momen paling mengharukan di Mini Drama AADC. Entah bagaimana saya bisa menyimpulkan dari Mini Drama AADC itu bahwa pertemuan dengan kenangan itu sungguh menyenangkan. Begitulah adanya.

Dan pada akhirnya saya akan berusaha menyelesaikan kisah kenangan saya. Kisah yang "mengganggu" hidup saya. Tebak saja, apakah hanya kisah yang patut dibuang di tong sampah atau kisah yang mengharu-biru? Selamat menunggu kisahnya di blog ini.

3 komentar:

  1. Jadi penasaran.. Semoga kisahnya semenarik intronya
    Oya tentu saja menarik karena kisah nyata :)

    BalasHapus
  2. aku tunggu kisahnya bang, bantu aku buat mencari jawaban apakah harus dibuang atau tetap ditempel sebagai pelajaran? hehe.

    BalasHapus
  3. Terima Kasih sudah membaca. Tentu saja kisahnya adalah kisah nyata. Dan semoga diakhir kisah ada jawaban (dibuang atau disimpan) :)

    BalasHapus